Detail Cantuman Kembali

XML

pola arus geostropik serta kaitannya dengan fenomena upwelling di perairan selatan jawa


Arus geostropik dapat digunakan untuk mendeteksi dan menganalisis munculnya beberapa fenomena di laut lepas salah satunya yaitu upwelling. Wilayah upwelling umumnya ditandai dengan kandungan klorofil-a yang tinggi, temperatur permukaan yang lebih rendah, dan salinitas yang lebih tinggi dari daerah di sekitarnya. Arus eddy sering ditemukan terjadi di perairan Selatan Jawa. Penelitian ini dilakukan untuk melihat potensi upwelling di perairan Selatan Jawa yang disebabkan arus eddy. Data pendukung yang digunakan yaitu Temperatur Permukaan Laut (TPL), Salinitas Permukaan Laut (SPL), dan Klorofil-a. Kecepatan arus geostropik di perairan Selatan Jawa berkisar antara 0.12–0.38 m/s. Arus Eddy ditemukan di sepanjang perairan Selatan Jawa dengan tipe siklonik sebanyak 38 kejadian dan antisiklonik eddy sebanyak 38 kejadian serta memiliki distribusi temporal selama 1 hingga 4 bulan. Diameter arus eddy berkisar antara 38–149 km. Terbentuknya siklonik eddy pada Musim Timur dan Musim Peralihan I berpotensi menimbulkan fenomena upwelling di perairan Selatan Jawa dengan didukung oleh nilai rerata TPL yang rendah yaitu 26.01 0C, nilai rerata SPL dan Klorofil-a yang tinggi yaitu 35.07 psu dan 0.53 mg/m3 pada Musim Timur dan nilai rerata TPL sebesar 26.70 0C, nilai rerata SPL sebesar 35.00 psu dan nilai rerata klorofil-a sebesar 0.86 mg/m3pada Musim Peralihan I.
624.21.17 Okt p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2021
Surabaya
xi, 83 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...